Ahli Transportasi Teriak Soal Kebutuhan Tes Tabrak Di Indonesia


Jakarta, KompasOtomotif –
Indonesia merupakan negara dengan pasar mobil terbesar di Asia Tenggara, ketimbang Thailand, Malaysia, dan Vietnam. Kemampuan produksi industri mobil di Tanah Air juga sudah mencapai 2 juta unit per tahun, tetapi mengapa tidak ada acuan standar keselamatan global layaknya negara lain yang dikenal juga sebagai produsen otomotif.

Leksmono Suryo Putranto, Guru Besar Transportasi Universitas Tarumanagara mengatakan, Indonesia sudah saatnya punya lembaga atau fasilitas untuk menguji tabrak mobil-mobil yang dipasarkan ke pasar domestik. Salah satu masalah tingginya risiko kecelakaan lalu lintas di jalan raya juga terkandung faktor rendahnya fitur keselamatan serta material konstruksi kendaraan, menurut penelitian Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT).

“Fasilitas uji tabrak sangat perlu, kenapa? Kalau kita tidak pernah melakukan crash test maka kita tidak pernah tahu seberapa besar kemampuan dari kendaraan untuk mempertahankan bentuk strukturnya sehingga melindungi penumpang dan pengemudi ketika terjadi tabrakan,” kata Suryo yang sudah menyandang gelar profesor, dalam acara Indonesia Road Safety Award (IRSA), Jakarta, Kamis (20/10/2016).

Tanpa ada standar test crash, maka pemerintah seolah mengabaikan tanggung jawab setiap merek yang memasarkan mobilnya di Indonesia, terhadap keselamatan konsumen. Setidaknya lewat tes ini, konsumen mengetahui seberapa besar risiko dampak kecelakaan jika situasi itu terjadi pada dirinya dan bisa memutuskan membeli mobil yang mana, sesuai kebutuhan dan kemampuan.

Menurut Suryo, KNKT sudah merekomendasikan fasilitas uji tabrak sejak lama ke pemerintah, namun hal ini belum terealisasi. Namun ia berharap, dalam waktu dekat negara akan memiliki fasilitas ini. Bahkan, seharusnya fasilitas uji tabrak ini sudah terpenuhi sejak dipasarkannya mobil murah di Indonesia.

“Kalau bicara mobil murah, Ayla-Agya mendapat rating cukup baik ketika di tes di negara berkembang. Sebenarnya Indonesia wajib memiliki fasilitas tersebut, kalau pun alasannya karena faktor anggaran, pemerintah bisa mewajibkan ATPM untuk memiliki laboratorium sendiri yang nantinya disupervisi oleh pemerintah,” ucap Suryo yang juga menjabat Ketua Sub Komite Investigasi Kecelakaan Lalu Lintas dan Angkutan Jalan.

Kebijakan mengharuskan ATPM memiliki fasilitas uji tabrak dinilai Suryo sangat masuk akal, mengingat peran pemerintah sendiri adalah sebagai regulator.

“Pemerintah punya kewenangan untuk semua kendaraan yang dijual di Indonesia, jadi harusnya kita bisa memiliki laboratorium yang memadai untuk pengujian,” kata Suryo lagi.

ASEAN NCAP Tes tabrak Suzuki Ertiga.

Punya Malaysia

Uniknya, meski bukan tercatat sebagai pasar atau produsen mobil terbesar di Asia Tenggara, Malaysia justru sudah punya fasilitas tes tabrak di negaranya. Yaitu lewat New Car Assesment Program for South East Asia (ASEAN NCAP), sebuah lembaga independen yang perhatian dengan kualitas keamanan produk otomotif.

Laboratorium ini melakukan serangkaian uji coba pada produk-produk kendaraan penumpang yang dipasarkan dalam lingkup ASEAN, termasuk Indonesia. Pengujian dilakukan dengan menabrakkan kendaraan dalam kecepatan 64 kpj. Melalui sensor yang terdapat di berbagai titik, didapat pengukuran keselamatan dengan rating tertinggi 5 bintang dan terendah tidak mendapat bintang. Standar yang sama yang digunakan lembaga serupa (NCAP) di regional belahan dunia lain, seperti Amerika, Eropa, dan Australia.

Beberapa produk kendaraan yang memiliki angka penjualan cukup besar di Tanah Air pernah di tes pada laboratorium ini, termasuk kendaraan low cost and green car (LCGC). Segmen yang hadir untuk memenuhi regulasi pemerintah ini juga menawarkan keamanan dalam produknya. 

Hasil tes baik didapat dari kendaraan yang menyertakan fitur keselamatan lengkap pada produknya seperti airbag pada penumpang dan pengemudi, sabuk untuk penumpang, fitur keselamatan untuk anak-anak serta sistem pengereman dengan teknologi Anti-lock Braking System (ABS) dan Electronic Stability Control (ESC).

Berikut hasil pengetesan produk LCGC yang di tes di laboratorium ASEAN NCAP.

Segmen LCGC

Model

Rating (Penumpang dewasa | Anak-anak)

Toyota Agya

4 bintang | 4 bintang

Daihatsu Ayla

4 bintang | 4 bintang

Daihatsu Ayla non Airbag

1 bintang | 2 bintang

Datsun Go

2 bintang | 2 bintang

 

Sumber:

http://otomotif.kompas.com/read/2016/10/21/142200515/ahli.transportasi.teriak.soal.kebutuhan.tes.tabrak.di.indonesia

Be the first to leave a comment. Don’t be shy.

Join the Discussion

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>