Begini Rasanya Naik Kapal Pelni Keliling Raja Ampat

RAJA AMPAT, KOMPAS.com – Berwisata naik kapal pesiar memang terdengar menyenangkan. Wisatawan bisa tidur di dalam kapal, memandangi lautan yang menghampar luas, dan melakukan berbagai aktivitas.

Kini, tak perlu ke luar negeri untuk merasakan liburan ala kapal pesiar. Wisatawan bisa mencoba produk dalam negeri seperti paket wisata bahari yang disuguhkan PT Pelni.

KompasTravel diundang PT Pelni untuk mengunjungi ke Raja Ampat, Papua Barat. Perjalanan berkeliling Raja Ampat dilakukan selama 4 hari 3 malam. Perjalanan dimulai pada 30 Oktober 2016 dan berakhir pada 2 November 2016. Peserta langsung bertemu di Sorong dan selanjutnya menuju kapal.

Kapal yang digunakan untuk berkeliling Raja Ampat adalah KM Tatamailau. Terdapat tiga jenis kelas yang bisa dipesan wisatawan yakni kelas satu, dua, dan tiga.

Kamar di dek KM Tatamailau milik PT. Pelni di Perairan Raja Ampat, Papua Barat, Minggu (30/11/2016). KM. Tatamailau digunakan untuk membawa peserta paket wisata bahari “Let’s Go Raja Ampat” 30 Oktober – 2 November 2016 lalu.

KompasTravel mencoba kamar kelas tiga. Kamar berada di dek kapal lantai empat.
 Kasur yang di kelas ekonomi disusun berjajar lima buah dalam satu baris.

PT Pelni menyediakan handuk, sabun dan sampo cair, serta jadwal perjalanan selama kegiatan paket wisata. Toilet dan kamar mandi terletak tak jauh dari dek kapal.

Dari dek tempat KompasTravel tidur, terdapat satu jendela kecil. Lewat jendela, wisatawan juga melihat pemandangan laut sejauh mata memandang.

“Kelebihan kita (PT Pelni) ada di hotel terapung. Alat angkut kita bisa mendekati titik wisata. Jadi begitu lihat jendela, kita bisa melihat spot (wisata),” kata Manajer Opersional Divisi Keagenan dan Tur, Gatot Harmanto kepada wartawan di sela kegiatan wisata bahari Let’s Go Raja Ampat di Kabupaten Raja Ampat, Senin (31/10/2016).

KOMPAS.com / Wahyu Adityo Prodjo Peserta paket wisata bahari mengunjungi ruang nakhoda KM Tatamailau milik PT. Pelni di Perairan Raja Ampat, Papua Barat, Minggu (30/10/2016). KM. Tatamailau digunakan untuk membawa peserta paket wisata bahari “Let’s Go Raja Ampat” 30 Oktober – 2 November 2016 lalu.

Tak hanya di kapal, peserta paket wisata bahari diajak berkeliling obyek-obyek andalan di Raja Ampat. Peserta setiap hari dijemput kapal bermesin untuk menuju spot snorkeling atau obyek wisata lain.

Hari pertama wisatawan mengunjungi obyek wisata Pasir Timbul untuk berfoto dan snorkeling di perairan sekitar Desa Yenbuba di Distrik Meos Mansar. Hari kedua, wisatawan diajak mengunjungi Pulau Rufas dan sekitar Pianemo untuk snorkeling, dan mendaki Bukit Pianemo, Gunung Botak.

Hari ketiga wisatawan diajak mengunjungi Desa Arborek untuk snorkeling, Desa Sawinggrai untuk melihat burung cendrawasih merah, dan Goa Kelelawar. Hari keempat wisatawan kembali ke Sorong.

Di paket wisata PT Pelni, wisatawan tak perlu cemas dengan peralatan snorkeling. PT. Pelni sudah menyediakan seperangkat alat snorkeling seperti fin, snorkel, pelampung, serta tentunya pemandu wisata.

KOMPAS.com / Wahyu Adityo Prodjo Peserta snorkeling di laut dekat Desa Arborek, Kecamatan Waigeo Barat Kepulauan, Raja Ampat, Papua Barat, Selasa (2/11/2016). KM. Tatamailau digunakan untuk membawa peserta paket wisata bahari “Let’s Go Raja Ampat” 30 Oktober – 2 November 2016 lalu.

Untuk dek kapal tempat peserta tidur juga dilengkapi pendingin ruangan dan konektor listrik. Namun, pendingin ruangan tak terasa maksimal. KompasTravel setiap malam terasa gerah.

Seorang peserta paket wisata bahari PT Pelni asal Banjarmasin, Sukses Hadi (53) juga mengeluhkan hal sama dengan KompasTravel. Namun meski ada kekurangan, ia bersama keluarga mengaku nyaman berwisata dengan PT Pelni.

“Ikut tur Raja Ampat, pelayanannya bagus. Panitianya ramah. Kalau dari penginapannya agak tua karena kapal. AC sudah agak panas. Makanannya sangat bagus. Menunya cocok di lidah,” jelas Hadi saat berbincang dengan KompasTravel di atas kapal beberapa waktu lalu.

Laki-laki yang berprofesi sebagai dokter ini mengaku paket wisata ke Raja Ampat ini terasa lebih murah dan pasti. Ia membandingkan bila mencari paket wisata Raja Ampat sendiri.

KOMPAS.com / Wahyu Adityo Prodjo Peserta paket wisata bahari tengah berada di ruang makan KM. Tatamailau milik PT. Pelni, Minggu (30/10/2016). KM Tatamailau membawa penumpang paket wisata bahari PT. Pelni “Let’s Go Raja Ampat”.

Di atas kapal, PT Pelni menghadirkan pilihan makanan yang bervariasi setiap hari. Ada menu ikan, ayam, bubur manado, bihun goreng, cumi goreng, sup, dan aneka makanan lain.

Berwisata dengan kapal PT Pelni menuju Raja Ampat selama empat hari sudah seperti pergi dengan keluarga. Selama di kapal, antar peserta saling berbincang. Anak buah kapal selalu tersenyum menyambut peserta.

Di restoran kapal, lantunan musik mengiringi makan malam. Tak jarang peserta yang bernyanyi dan bergoyang bersama. Pelayan restoran juga selalu siap mengangkat piring-piring atau gelas yang telah selesai.

Meski efiesien dan ramah secara pelayanan anak buah kapal, PT. Pelni rasanya perlu berbenah. Termasuk dari segi kebersihan area dek kapal.

KOMPAS.com / Wahyu Adityo Prodjo Wisatawan menikmati momen-momen matahari terbit dari atas KM. Tatamailau milik PT. Pelni, Senin (1/11/2016). KM. Tatamailau digunakan untuk membawa peserta paket wisata bahari “Let’s Go Raja Ampat” 30 Oktober – 2 November 2016 lalu.

Khususnya terkait dengan binatang seperti kecoa dan tikus yang tak jarang muncul. KompasTravel dan beberapa peserta lain melihat binatang tersebut.

Memang diakui oleh Gatot, KM Tatamailau sudah berusia tua sehingga terdapat banyak kekurangan. Menurutnya, ke depannya PT Pelni akan menyediakan satu kapal khusus untuk wisata bahari.

Dari segi pilihan kegiatan di atas kapal, peserta bisa berjalan-jalan ke ruang kemudi nakhoda. Ada juga tempat duduk di dekat haluan kapal. Di sana duduk santai sambil melihat pemandangan seperti momen matahari terbit maupun tenggelam.

Paket wisata Raja Ampat PT Pelni ini menawarkan harga Rp 5,5 juta untuk kelas 3, Rp 7,5 juta untuk kelas 2, dan Rp 9 juta untuk kelas 3. PT Pelni juga memiliki punya paket wisata ke Derawan, Labuan Bajo, dan Wakatobi.

Sumber:

http://travel.kompas.com/read/2016/11/09/120500427/begini.rasanya.naik.kapal.pelni.keliling.raja.ampat

Be the first to leave a comment. Don’t be shy.

Join the Discussion

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>