Berebut Pasar Turis Tiongkok Ke Bunaken

ALBERT Wong (27) dan Xie Wei (25), asal Shenzen, Tiongkok, tersenyum lepas saat menjawab pertanyaan wartawan seusai berwisata ke Bunaken di Restauran Pirates Manado, Sulawesi Utara, awal September lalu.

Mereka menyebut Bunaken memiliki keindahan alami di bawah laut, melebihi sejumlah spot diving di beberapa negara Asia yang pernah mereka kunjungi.

Keduanya tampak antusias berbicara, nerocos dengan bahasa mandarin yang kemudian diterjemahkan oleh Sudjono, pengusaha rumah makan di Manado. Wong melukiskan keindahan taman laut Bunaken dengan panorama dinding raksasa di dalam laut dan lubang goa memanjang ratusan meter adalah sensasi setiap penyelam.

”Sayang kami hanya sehari ke Bunaken,” katanya.

Albert dan Xie Wei memiliki hobi menyelam. Sebelumnya mereka menjajal obyek wisata di Phuket dan Filipina. Keduanya mengaku tidak peduli dengan wajah Kota Manado gelap pada malam hari dan akses jalan yang sempit. Mereka menyebut Manado sebagai kota desa.

Belakangan Bunaken menampilkan wajah baru dari keterpurukan pariwisata nasional. Setiap hari, 200 hingga 500 orang menyelam dan snorkeling (selam permukaan) dan selam dangkal (skin diving) di Bunaken.

Wakil Gubernur Sulawesi Utara Steven Kandouw mengatakan, sejak 4 Juli hingga September, tercatat 14.000 wisatawan Tiongkok mengunjungi Sulawesi Utara. Sesuatu yang luar biasa. Wisatawan Tiongkok datang dari tujuh kota yang diangkut tiga maskapai penerbangan, yaitu Lion Air, Citilink, dan Sriwijaya Air.

Kedatangan turis asing dan Nusantara meningkatkan hunian hotel di Manado 90-100 persen. Pemilik hotel pun memanfatkan masa puncak liburan dengan menaikkan harga sekenanya. Tarif satu kamar di hotel bintang tiga yang biasanya dijual Rp 518.000 naik menjadi Rp 725.000.

Menurut Dino Gobel dari Sulut Tourism Board, pencapaian jumlah wisatawan 14.000 orang tersebut hal luar biasa bagi dunia pariwisata Sulawesi Utara. Pada tahun 2015, jumlah wisatawan asing yang datang ke Manado hanya 25.000 orang.

Turis Tiongkok dipastikan akan terus berdatangan hingga akhir tahun setelah pasar wisatawan digarap di beberapa kota di ”Negeri Tirai Bambu”.

Terdapat tujuh kota di Tiongkok yang sejak 4 Juli terhubung penerbangan dari Manado, yakni Shenzen, Shanghai, Wuhan, Guangzhao, Makau, Chongqing, dan Changsha.

Dino mengatakan, pengelolaan turis Tiongkok dilakukan oleh agen perjalanan dari maskapai penerbangan yang mengangkut mereka ke Manado. ”Mereka berpromosi dan mendatangkan turis, wajar jika mereka menangani paket wisata,” katanya.

Sumber:

http://travel.kompas.com/read/2016/10/31/210600327/berebut.pasar.turis.tiongkok.ke.bunaken

Be the first to leave a comment. Don’t be shy.

Join the Discussion

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>