Dek Ka, Satu-satunya Barista Perempuan Di Lhokseumawe

LHOKSEUMAWE, KOMPAS.com – Tangannya lincah mengangkat saringan. Matanya fokus melihat ke arah cairan hitam yang keluar dari saringan itu. Di bagian bawah sebuah gayung besar menampung cairan hitam itu.

Aroma sedap melayang ke udara sekitar meja sepanjang 1 x 2 meter itu. Dialah Novita Riantika.

Gadis berusia 20 tahun asal Desa Panggoi, Kecamatan Muara Dua, Lhokseumawe, Aceh, itu melakoni kehidupannya. Novita merupakan satu-satunya barista di kota yang dulu dijuluki “petro dollar” itu.

(BACA: Kopi Dingin ala “Cold-Brew”, Gampang Kok Dibuat di Rumah!)

Kini dia bekerja untuk Abuwa Kupi di Jalan Samudera, Kota Lhokseumawe.

Dara yang akrab disapa Dek Ka ini belajar meracik kopi tahun lalu. Selama lima bulan dia belajar pada Marwan, barista senior di Abuwa Kupi.

KOMPAS.com/MASRIADI Novita Riantika akrad disapa Dek Ka sedang meracik kopi di Abuwa Kupi, Lhokseumawe, Minggu (30/10/2016). Dia barista perempuan satu-satunya di Lhokseumawe, Aceh.

“Awalnya mengangkat saringan kopi itu terasa berat sekali. Lengan jadi pegal. Sekarang sudah terbiasa, ya tidak berat lagi,” kata Dek Ka, Minggu (30/10/2016).

Kini dia bisa membuat kopi hitam saring khas Aceh yang terkenal itu.

“Sanger (kopi, susu dan teh) juga saya bisa buat. Kalau kopi yang lainnya seperti arabica bean itu lebih mudah membuatnya,” ujarnya.

(BACA: 5 Kedai Kopi di Jakarta yang Menjual Kopi Asli Nusantara)

Sejak menjadi barista, Dek Ka pun gemar menikmati kopi tanpa gula. “Rasanya lebih nikmat,” katanya.

Saban pagi sejak pukul 07.00 hingga 17.00 Dek Ka bisa ditemui di warung itu. Senyum sumringah dengan lipstik merah menjadi ciri khas dara berlesung pipi ini.

Tak kurang 200 gelas kopi disiapkan Dek Ka saban hari. Pelayan lainnya siap menunggu di depan Dek Ka yang mengangkat gelas untuk disajikan pada pengunjung.

KOMPAS.com/MASRIADI Novita Riantika akrad disapa Dek Ka, sedang meracik kopi di Abuwa Kupi, Lhokseumawe, Minggu (30/10/2016). Dia barista perempuan satu-satunya di Lhokseumawe, Aceh.

Lalu, apa keinginan Dek Ka? “Saya ingin nabung, mau buka usaha sendiri suatu hari nanti,” katanya.

Berada di komunitas yang diisi kaum laki-laki, tak membuat Dek Ka risih. Meski sekali waktu, ada juga pengunjung yang menggodanya.

“Dicuekin saja. Abaikan. Ini fokus kerja, tak ada urusan dengan rayu-rayuan segala ha-ha-ha,” katanya.

Kini, Dek Ka menggapai asa. Satu waktu, dia ingin membuka usaha sendiri. Tentu, tak jauh-jauh dari kopi. Baginya, kopi sesuatu yang harum, nikmat dan menyenangkan.

Sumber:

http://travel.kompas.com/read/2016/10/31/101500227/dek.ka.satu-satunya.barista.perempuan.di.lhokseumawe

Be the first to leave a comment. Don’t be shy.

Join the Discussion

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>