Hanya Malaysia Yang “Jeblok” Di ASEAN

Bangkok, KompasOtomotif – Total penjualan mobil di enam pasar kunci Asia Tenggara (Indonesia, Thailand, Malaysia, Filipina, Vietnam, Singapura),  naik 4 persen dari tahun lalu periode Januari-September, menjadi 2.331.537 unit. Ini merupakan pertanda baik, meski sentimen konsumen di Malaysia belum menujukkan perbaikan, mengutip Nikkei, Sabtu (5/11/2016).

Penjualan mobil di Indonesia pada September naik 0,1 persen atau sebesar 93.156 dari bulan yang sama tahun lalu. Satu-satunya yang performa penjualannya menonjol yaitu kendaraan serbaguna kecil LCGC (MPV) Toyota Motor, Calya dan Sigra, yang dibangun oleh anak perusahaan Toyota, Daihatsu Motor.

Dua model tersebut diluncurkan pada bulan Agustus 2016, yang mana telah memenuhi syarat untuk bisa disubsidi pemerintah, karena mempromosikan mobil kecil hemat bahan bakar. Pasar secara keseluruhan telah merosot di Indonesia, walaupun permintaan untuk mobil murah tumbuh, ini menunjukkan iklim yang buruk.

Di Thailand, pasar terbesar kedua di kawasan ini, penjualan terus pulih, termasuk pada bulan September. Namun, konsumen mungkin masih menunda pembelian setelah kematian Raja Bhumibol Adulyadej. Selama satu bulan penjualan mencapai 63.641 unit di September, naik 3 persen dibanding tahun lalu.

Penjualan mobil turun pada September hanya di Malaysia, di mana sentimen konsumen tetap miskin di tengah perlambatan ekonomi. Penjualan tergelincir 6 persen atau hanya 48.191 kendaraan. Kemerosotan terus berlanjut meskipun Perusahaan Otomobil Kedua (Perodua) dan Proton Holdings, memperkenalkan model-model baru pada bulan kesembilan itu.

Sementara itu, permintaan diperkirakan akan tetap kokoh di Filipina dan Vietnam, di mana kepemilikan mobil meningkat cepat. Penjualan mobil naik 16 persen menjadi 35.102 unit kendaraan di Filipina pada bulan September. Dalam setahun penuh penjualan diperkirakan akan mencapai 400.000 unit.

Pasar Filipina dapat terus tumbuh, karena pemerintah berencana memperkenalkan kebijakan mempromosikan produksi mobil lokal, di mana Toyota dan Mitsubishi sudah bergerak maju, dengan rencana untuk meningkatkan produksi dalam negeri.

Vietnam juga mengalami pertumbuhan baik di September sebesar 24 persen atau 26.551 unit. Sentimen konsumen membaik karena pertumbuhan ekonomi. Kontribusi penjualan mobil komersial, seperti bus dan truk cukup baik, berkat dorongan dari pembangunan infrastruktur.

Lalu terakhir Singapura, di mana mobil-mobil mewah merupakan pasar utama. Penjualannya melompat 51 persen pada September 2016 dibanding tahun lalu, di mana menjadi 7.944 kendaraan.

Sumber:

http://otomotif.kompas.com/read/2016/11/06/124226615/hanya.malaysia.yang.jeblok.di.asean.

Be the first to leave a comment. Don’t be shy.

Join the Discussion

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>