Legitnya Dodol Betawi Inti Sari, Eksis Sejak 1970

BANTEN, KOMPAS.com — Salah satu makanan khas Betawi yang banyak dikenal masyarakat adalah dodol. Makanan manis yang legit ini disukai oleh banyak orang. Terlebih lagi, sesuai zaman, varian rasa dodol Betawi juga kian berkembang.

“Ini ada rasa Original, Ketan Item Original, Duren, sama Original Wijen. Best seller-nya yang Original sama Ketan Item,” kata Abi, penerus usaha Dodol Rizal “Inti Sari” yang telah eksis sejak tahun 1970.

Abi bersama dua rekannya hadir pada Pekan Raya Indonesia menjajakan produk Betawi yang mulai langka di pasaran, seperti dodol, bir pletok, kembang goyang, dan kue cincin.

(BACA: 4 Kuliner Legendaris Wajib Coba di Pekan Raya Indonesia)

Abi meneruskan usaha turun-temurun dari orangtuanya, yang telah berbisnis dodol dari tahun 1970-an. Biasanya Abi bersama rekannya menjual dodol Betawi dalam ajang Car Free Day, di Bundaran Hotel Indonesia Jakarta, dan di Situ Babakan setiap hari Minggu. Sehari-hari, ia menerima pesanan dodol di rumahnya yang berada di daerah Pejaten.

“Kami diundang sama panitia (PRI). Sebelumnya, kami survei dulu acaranya menarik atau tidak, baru kami ikut. Kalau di PRJ kami rutin. Alhamdulillah walau PRI acara perdana, tetapi sukses, jualannya laku,” kata Abi saat ditemui di booth-nya di PRI, Selasa (1/11/2016).

Ia mengaku pada akhir pekan dapat menghabiskan dua kenjeng (penggorengan besar) berisi dodol. Setengah kilogram dodol dijual Rp 50.000, sedangkan satu kemasan dodol ukuran sedang dijual Rp 15.000.

Dodol Betawi Rizal ‘Inti Sari’ memiliki cara promosi unik, yakni tester dodol hangat dari kenjeng langsung.

“Banyak langganan nanya, kenapa harga dodolnya lebih mahal di PRI. Ini karena kita kena potongan 30 persen dari panitia,” kata Abi.

Ia mengaku biasa menjual dodol setengah kilogram dengan harga Rp 35.000. Meski harga dinaikkan, tetap Dodol Rizal “Inti Sari” ini laris manis dibeli pengunjung PRI.

Dari pantauan KompasTravel, selama 15 menit, Abi dapat menjual 20 dodol ukuran sedang. Meski dodol hanya dapat dibayar dengan voucer yang ditukarkan dengan jumlah uang, hal tersebut tak menurunkan niat pengunjung untuk membeli Dodol Rizal “Inti Sari”.

Larisnya Dodol Rizal “Inti Sari” ini sebenarnya disebabkan oleh cara promosi yang unik. Dua kenjeng dan bahan kuningan besar masing-masing berisi Dodol Duren dan Dodol Ketan Item terus dimasak oleh dua rekan Abi. Proses pengadukan satu kenjeng dodol memakan waktu empat jam.

Uniknya, sembari mengaduk, Abi menyiapkan stik es krim agar pegunjung dapat mencolek dodol yang masih hangat dan merasakan sendiri rasa dodol tersebut. “Ayo, ayo dicoba. Habis coba, dibeli,” demikian promo Abi kepada pengunjung.

KOMPAS.COM/SILVITA AGMASARI Dodol Rizal ‘Inti Sari’ di ajang Pekan Raya Indonesia (PRI) yang diselenggarakan di Indonesia Convention Exhibition, Serpong, Banten, Selasa (1/11/2016). PRI digelar sejak 20 Oktober hingga 6 November 2016.

Dodol Rizal “Inti Sari” adalah salah satu dari 100 pengisi gerai bidangmakanan yang berjualan di Pekan Raya Indonesia. PRI membagi para pengisi gerai menjadi tiga segmen, yaitu Kuliner Warisan Nusantara yang menghadirkan kuliner legendaris Indonesia, Urban Culinary yang menghadirkan kuliner dengan berbagai variasi modern yang umumnya ditemui di wilayah perkotaan, serta Food Truck atau mobil yang menjadi tempat menjual makanan dan minuman.

Pengunjung dapat menjajal kuliner ini dari 20 Oktober hingga 6 November 2016 dalam ajang PRI yang diselenggarakan di Indonesia Convention Exhibition, Serpong, Banten.   

Sumber:

http://travel.kompas.com/read/2016/11/03/150300727/legitnya.dodol.betawi.inti.sari.eksis.sejak.1970

Be the first to leave a comment. Don’t be shy.

Join the Discussion

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>