Mengamati Detail ”Crossover Murah” Renault

Jakarta, KompasOtomotif – Banderol murah yang disematkan PT Auto Euro Indonesia untuk Renault Kwid seharusnya bikin penasaran para peminatnya. Apa yang didapat dari mobil baru dengan harga Rp 117 jutaan? KompasOtomotif coba menelusur detailnya untuk Anda.

Dari sisi desain, kembali lagi ke masalah selera. Namun Kwid menawarkan penampilan yang ”lebih global”. Desain dikembangkan Renault untuk memenuhi selera pasar di segmennya. Buat yang suka tampil beda, mobil ini bisa jadi bahan untuk mencuri perhatian, setidaknya dilirik orang lain.

Ada aura gagah Eropa di sana, terkesan dari desain gril dan bemper depan plus lampu kabut yang besar dan berkarakter. Bagian belakang juga memberikan aura gagah lewat adanya lekukan di atas ban belakang sampai bagian bodi tengah.

KompasOtomotif-Donny Apriliananda Di balik kap mesin Kwid, ada kesan kurang rapi dari penataan kabel. Pada pojok-pojok ruang mesin ada semacam olesan lem yang membuatnya kurang sedang dipandang.

Pelek 13 inci berjenis kaleng, tapi ditutup dengan kamuflase pelek (dop) untuk memberikan kesan seolah-olah pakai pelek alloy. Karena impor langsung, karet bundar paketan dari India.

Kurang rapi
Buka kap mesin, Renault India tampak tidak mengemasnya dengan rapi. Bagian-bagian di pojok ruang mesin terdapat semacam lem yang dioles dengan tidak rapi. Tidak diketahui fungsi ”lem” ini terpasang pada sudut-sudut bodi.

Kabel-kabel tidak dibuatkan jalur dengan apik, terkesan awut-awutan, macam kabel lampu yang tiba-tiba menjuntai di tengah, atau kabel aki yang tampak jelas. Ada juga selang air untuk menyemprot kaca yang membelah di tengah kap mesin.

KompasOtomotif-Donny Apriliananda Nuansa jok cukup menarik, bagasi lumahan besar.

Bagian kaca belakang tidak dilengkapi wiper, bahkan defogger pun absen. Kaca depan cukup dengan sebilah pembersih kaca. Buka bagasi, cukup luas, ada tempat untuk ban cadangan di bawah bagasi.

Baut suspensi tampak nongol tanpa pelindung. Buat yang suka kerapihan, bagian ini pasti akan ”diakali” agar tak terlihat.

Interior
Desainnya ciamik, tak diragukan lagi. Jok mengombinasikan dua warna dengan sandaran kepala yang menyatu dengan bodi kursi. Terasa empuk dan cukup nyaman duduk di depan.

KompasOtomotif-Donny Apriliananda Desain dashboard menarik, dipadu speedometer digital dan sistem hiburan yang mampu mengakomodasi GPS serta Bluetooth.

Speedometer full digital, meski KompasOtomotif belum bisa menelusuri lebih jauh apa saja informasi yang bisa disajikan, karena kunci tak disertakan selama pameran di Kota Kasablanka, Jakarta.

Paling menarik tentu fitur hiburan. Kwid sudah dilengkapi monitor LCD, sudah bisa melihat peta dan memfungsikannya sebagai GPS. Bahkan koneksi telepon via Bluetooth pun sudah available.

Kualitas material tergolong baik. Bagian konsol tengah sudah ada cup holder dan power outlet. Sementara tombol power window pintu depan ada di bawah audio, plus tombol pengunci pintu. Ada dua laci pada dashboard di depan penumpang.

KompasOtomotif-Donny Apriliananda Duduk di belakang terasa lega dengan ruang kaki dan kepala yang baik.

Duduk di belakang, lega. Kwid menyediakan ruang kaki dan kepala yang mumpuni, meski dinaiki orang-orang dengan tinggi badan di atas 170 cm. Tapi sayang, pintu bagian belakang tidak ada power window, sehingga membuka jendela harus diengkol.

Tidak ada masalah mendasar sebenarnya, namun buat yang suka dengan hal-hal yang rapi, butuh beberapa sentuhan dengan biaya yang tidak seberapa besar untuk membuat Kwid sedikit naik kelas.

Sumber:

http://otomotif.kompas.com/read/2016/10/24/162200615/mengamati.detail.crossover.murah.renault

Be the first to leave a comment. Don’t be shy.

Join the Discussion

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>