“Modif Alay” Mika Bening Sepeda Motor

Jakarta, KompasOtomotif – Modifikasi menjadi bentuk sebuah kreatifitas pemilik kendaraan yang sah untuk dilakukan. Namun begitu bukan berarti melupakan aturan, parahnya lagi tidak mengindahkan keselamatan orang lain.

Salah satu yang kerap dilakukan pengguna sepeda motor, terutama anak usia tanggung, adalah memasang mika bening pada lampu bagian belakang (stoplamp).

Dengan dalih membuat tampilan motor lebih keren, mereka melupakan faktor keselamatan pengguna jalan lain. Pancaran cahaya silau pada lampu yang langsung keluar tanpa ada filter pada mika sangat berbahaya bagi pengendara di belakangnya.

“Kenapa mika lampu stoplamp rata-rata merah, karena itu juga berfungsi sebagai filter cahaya. Artinya warna terang bohlam akan diserap dulu ke mika baru keluar, tidak langsung mentah-mentah warna asli yang memang meyilaukan,” ucap Rangga Noviar, Analyst Technical Service Honda Sales Operation Jakarta Center saat dihubungi KompasOtomotif, Rabu (26/10/2016).

Asphaltandrubber Lampu belakang Versys 650.

Menurutnya, dengan bohlam yang umumnya memiliki daya antara 15 sampai 30 watt akan sangat meyilaukan bila terkena mata. Wajar saja bila pengendara di belakang merasa terganggu karena visibilitasnya tiba-tiba bisa menjadi buta sesaat.

“Sebenarnya selain berbahaya bagi orang lain juga membahayakan dirinya sendiri. Sinar yang terang pada lampu rem akan menutupi sinar lampu sein disisinya, sehingga ada kemungkinan pengendara di belakang tidak tahu bila motor di depanya akan belok kiri atau kanan. Pakai mika bening itu sama saja tidak pakai mika, ” kata Rangga.

Sumber:

http://otomotif.kompas.com/read/2016/10/26/172544315/.modif.alay.mika.bening.sepeda.motor

Be the first to leave a comment. Don’t be shy.

Join the Discussion

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>