Pelayanan Dikeluhkan Wisatawan, Ini Jawaban Imigrasi Kupang

KUPANG, KOMPAS.com – Kepala Kantor Imigrasi Kelas 1 Kupang Agus Dwianto mengatakan pihaknya melakukan pemeriksaan kepada wisatawan asing sesuai prosedur tetap (protap) yang telah digariskan oleh Direktorat Jenderal Keimigrasian.

“Mereka masuk ke suatu wilayah di Indonesia wajib kita periksa dokumen keimigrasiannya sesuai petunjuk dari Ditjen Imigrasi, dan itu sudah protap,” katanya kepada wartawan di Kupang, Sabtu (29/10/2016).

(BACA: Turis Australia Kecewa Lamanya Pemeriksaan Imigrasi di Pelabuhan Kupang)

Ia mengklarifikasi hal tersebut menyusul adanya keluhan dari para wisatawan Australia yang menilai Imigrasi Kupang tidak memberikan pelayanan maksimal saat tiba di Kupang dengan kapal pesiar “Coral Discovery” pada Rabu (26/10/2016).

“Saya rasa kami sudah melaksanakan tugas dengan baik dalam melayani para wisatawan tersebut,” katanya.

Ia menjelaskan, bagi para turis yang menggunakan alat angkut non reguler wajib melapor ke pihak imigrasi saat tiba di suatu wilayah.

“Bagi alat angkut non reguler yang memiliki agen di Indonesia harus memberitahukan kedatangan kapal tersebut sekurang-kurangnya 2 x 24 jam kepada pihak Imigrasi sebelum tiba,” katanya.

(BACA: Lambat Melayani Wisman, Kadispar NTT Berang)

Menurut Agus, surat yang masuk ke Kantor Imigrasi Kupang dari agen penjalanan baru diterima pada Senin (24/10/2016), yang isinya menyatakan bahwa pada Rabu (26/10/2016) akan tiba sebuah kapal pesiar di Kupang yang mengangkut wisatawan asing.

“Agen kapal pesiar itu tidak menyebut berapa jumlah wisatawan asing yang diangkut serta waktu tibanya di Pelabuhan Tenau Kupang. Tiba-tiba kami ditelepon bahwa kapalnya sudah bersandar pada pukul 06.45 Wita,” ujarnya.

KOMPAS.COM/I MADE ASDHIANA Wisman di Pulau Rinca, Labuan Bajo, Kabupaten Manggarai Barat, NTT, Selasa (12/5/2014).

Dalam situasi yang serba mendadak tersebut, lanjut Agus, pihaknya mengambil kebijakan agar wisatawan yang datang cukup mengumpulkan paspornya agar pemeriksaan bisa lebih cepat.

“Kami lakukan pemeriksaan selama sekitar 20 menit, setelah itu kami tidak tahu lagi urusan mereka. Jika kami dinilai tidak maksimal dalam memberikan pelayanan kepada wisatawan asing, rasanya hanya mengada-ada,” ujarnya.

Agus mengatakan pihak Imigrasi akan membantu Pemprov NTT dalam meningkatkan kunjungan wisatawan ke NTT dengan terus memberikan pelayanan yang prima kepada para wisatawan.

Apalagi, tambah Agus, NTT saat ini menjadi salah satu destinasi pariwisata unggulan di Indonesia, khususnya obyek wisata Labuan Bajo serta Taman Nasional Komodo yang dihuni binatang komodo (Varanus komodoensis).

Sumber:

http://travel.kompas.com/read/2016/10/29/205536727/pelayanan.dikeluhkan.wisatawan.ini.jawaban.imigrasi.kupang.

Be the first to leave a comment. Don’t be shy.

Join the Discussion

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>