Penikmat Es Krim Di Indonesia Masih Sangat Sedikit

JAKARTA, KOMPAS.com – Presiden Direktur Glico Wings, Hidekazu Kawazima menilai potensi pengembangan bisnis es krim di Indonesia sangat besar. Namun, ia mengatakan, jumlah penikmat es krim di Indonesia masih terbilang sedikit.
 
“Selama kurun waktu delapan tahun ini, di Indonesia diperkirakan (produksi es krim) naik kurang lebih 16 persen per tahun,” kata Hidekazu saat peluncuran es krim Glico Wings di Jakarta, Rabu (16/11/2016).
 
Menurutnya, saat ini tingkat konsumsi es krim di Indonesia masih sangat kecil. Sementara populasi penduduk Indonesia, lanjut Hidekazu, mencapai 250 juta penduduk.
 
“Satu orang Indonesia mengonsumsi es krim hanya 0,1 liter per tahun. Jumlah itu setara dengan dua buah es krim batang, satu es krim cone, dan dua es krim cup,” jelas Hidekazu.
Ia membandingkan dengan data konsumsi es krim di negara-negara lain seperti Australia, Amerika Serikat, Filipina, dan Singapura. Dari negara-negara tersebut, Indonesia menduduki peringkat terakhir.
 
Kompas.com/Ersianty Peginusa Wardhani Colourful Tower menjadi menu es krim yang paling dicari oleh pengunjung karena keunikannya, Senin (4/1/2016).

Masyarakat Filipina mengkonsumsi es krim sebanyak 0,8 liter, Singapura 2,4 liter, Australia 20,8 liter, dan Amerika Serikat 28,4 liter per orang.

Ia juga membandingkan tingkat penjualan pada minuman kemasan teh dan kopi. Ia memroyeksikan penjualan minuman teh kemasan sebesar 8,4 persen per tahun dan kopi 7,7 persen per tahun.
 
Atas dasar potensi pengembangan bisnis es krim di Indonesia tersebut, Hidekazu memiliki target sendiri di Indonesia. Ia menyebutkan perusahaan es krim Glico Wings ingin berada di peringkat tiga besar bisnis es krim.
 
Glico Wings adalah perusahaan kolaborasi antara Ezaki Glico bersama PT. Wings Ezaki Glico bergerak dalam teknologi es krim dan pemasaran, sementara PT Wings Food dalam segi distribusi produk. Glico Wings baru menghadirkan beberapa varian es krim yang bisa dijumpai di warung-warung.

Sumber:

http://travel.kompas.com/read/2016/11/16/210200127/penikmat.es.krim.di.indonesia.masih.sangat.sedikit

Be the first to leave a comment. Don’t be shy.

Join the Discussion

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>