Perlukah “Smartphone” Android Dibekali Antivirus?

KOMPAS.com – Ada berbagai peringatan yang menyebutkan betapa berbahayanya virus atau malware pada Android. Di antaranya bisa membuat peretas menyandera ponsel dari jarak jauh, hingga membuat data di ponsel dicuri pihak tidak bertanggung jawab.

Sebagai solusi penangkal malware, sejumlah perusahaan menawarkan aplikasi antivirus. Masing-masing mengklaim sebagai yang paling jago mengamankan dan menebak keberadaan aplikasi jahat yang bakal mengancam pengguna.

Tapi apakah benar pengguna wajib memakai aplikasi antivirus untuk melindungi diri? Atau ternyata ada alternatif lain?

Ternyata jawabannya tidak. Pengguna tak wajib memasang aplikasi antivirus untuk melindungi gadget dari serangan program jahat dan sejenisnya.

Informasi yang dirangkum KompasTekno dari Extreme Tech, Selasa (8/11/2016), menunjukkan bahwa selama ini pengguna gadget masih membayangkan virus atau malware Android itu serupa dengan yang ada di PC. Padahal sistem Android dan PC berbeda.

Pada PC, malware bisa menyusup ke dalam sistem hanya karena pengguna mengunjungi situs berisi program jahat menggunakan browser yang tidak memiliki perlindungan.

Sedangkan pada Android, pola serangan tidak akan terjadi semudah itu. Pasalnya, pengguna mesti mengklik atau memberi persetujuan pada notifikasi tertentu agar bisa memasang aplikasi yang sumbernya dari luar Google Play Store.

Google Play Store sendiri sudah memiliki perlindungan berlapis. Berbagai aplikasi yang diunggah untuk ditawarkan dalam daftar milik Play Store akan mengalami pemindaian komputer dan manusia. Alhasil, malware atau virus akan lebih sulit menyusup.

Solusi yang ditawarkan oleh perusahaan keamanan adalah memasang aplikasi antivirus yang cara kerjanya agak mirip dengan perlindungan pada Google Play Store. Salah satu perbedaannya, aplikasi antivirus bekerja di dalam ponsel.

Beberapa hal yang dilakukan oleh aplikasi antivirus adalah memindai setiap aplikasi dalam ponsel, mengawasi lalu lintas web, dan berbagai tindakan lain. Karena tindakan ini bergerak dan dilakukan dalam ponsel, maka akan membutuhkan daya lebih besar.

Efeknya, baterai ponsel cenderung lebih mudah habis karena beban kerja aplikasi antivirus tersebut. Selain itu, seringkali aplikasi ini menampilkan berbagai notifikasi atau pop-up yang mengganggu.

Bila pengguna nyaman dengan segala efek pemakaian antivirus seperti itu, tentu saja sah untuk memasangnya. Namun bila merasa tidak nyaman, atau meragukan efektivitasnya, boleh saja memakai cara lain.

Cara aman tanpa antivirus

Tanpa antivirus, pengguna Android bisa tetap aman. Hanya saja, ada sejumlah hal yang membutuhkan perhatian dan kewaspadaan ekstra.

Pertama, jangan pernah mengubah pengaturan default keamanan di ponsel Android. Dalam menu pengaturan keamanan di seluruh ponsel Android terdapat satu kolom bernama “Unknown Source”, untuk mengelola pemasangan aplikasi.

Sejatinya, kolom ini selalu dalam keadaan “disable”. Pengguna mesti “enable” secara manual jika ingin memasang aplikasi dari file APK yang diperoleh dari luar Google Play Store.

Jika tetap ingin menggunakan fitur tersebut, saat pertama kali memakainya, akan muncul sebuah pop-up yang meminta Anda mengizinkan Google untuk memindai kegiatan mencurigakan di dalam ponsel.

Ini adalah fitur yang bernama Verify Apps dan bagian dari Google Play Services di seluruh ponsel Android resmi. Cukup nyalakan saja sehingga berbagai hal mencurigakan yang sudah teridentifikasi oleh Verify Apps akan otomatis diblokir.

Kedua, jangan gunakan root access. Dulu, banyak  pengguna Android yang melakukan root pada ponselnya. Root ini bisa diibaratkan menjalankan sebuah komputer dalam mode admin sehingga pengguna bisa mengakses lebih banyak hal.

Memang menjalankan root access bisa dilakukan dengan aman, tapi tetap saja ada risiko. Pasalnya, ada saja malware yang membutuhkan akses ini agar bisa berfungsi. Tanpa Anda membuka akses tersebut, maka malware tidak akan bisa bekerja meski sebenarnya sudah diunduh dan disimpan dalam ponsel.

Jadi jika tidak ada hal penting yang membutuhkan root access, sebaiknya Anda tidak membukanya.

Ketiga, jika memang aplikasi dari luar Google Play Store, pastikan memasang dari sumber terpercaya. Misalnya, Amazon dan lain-lainnya.

Bahkan, seandainya Anda memasang aplikasi dari Google Play Store, tetaplah waspada. Toko aplikasi ini memang memiliki sistem keamanan, tapi bukan berarti Anda bisa sembarangan memasang aplikasi ke ponsel.

Ketika Anda ingin memasang aplikasi dari toko Google itu, Anda akan dihadapkan kepada sejumlah permintaan izin akses, seperti kamera, microphone, atau lainnya.

Nah sebaiknya, perhatikan baik-baik izin apakah yang diminta dan pertimbangkan apakah apliksasi yang akan Anda pasang itu meminta sesuatu yang sesuai kegunaannya, atau ternyata merambat ke permintaan akses lain yang tidak sesuai.

Sumber:

http://tekno.kompas.com/read/2016/11/09/20130087/perlukah.smartphone.android.dibekali.antivirus.

Be the first to leave a comment. Don’t be shy.

Join the Discussion

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>