Warna-Warni Terowongan Kota Tua Jakarta, Spot Yang “Instragamable”

JAKARTA, KOMPAS.com – Sore itu, Minggu (6/11/2016), Terowongan Penyeberangan Orang (TPO) Kota Tua, Jakarta tampak ramai. Pejalan kaki menyempatkan duduk di pinggir kolam yang memancurkan air. Ada pula yang hanya berlalu menuju Halte Transjakarta Kota Tua untuk kembali pulang.

Di lantai dasar terowongan, pedagang-pedagang menjajakan barang dagangnya. Baik dari arah Stasiun Jakarta Kota maupun jalur pedestrian Museum Bank Mandiri. Aneka barang-barang seperti camilan, baju, kaos kaki, minuman atau makanan tersedia.

Di sisi atas kolam, ada payung-payung beraneka warna tergantung. Di sisi tembok terowongan juga terpajang replika pepohonan berwarna hijau dan coklat serasa menandakan musim semi. Tak jarang, pejalan kaki terlihat berhenti sejenak.

Seperti salah satu pejalan kaki asal Salemba, Citra Amin (36). Ia bersama istri dan seorang anaknya sejenak berhenti. Citra Amin berhenti untuk memotret sang buah hati sebelum memasuki halte Transjakarta.

KOMPAS.com / Wahyu Adityo Prodjo Wisatawan ber-selfie dengan panorama payung-payung di Terowongan Penyeberangan Orang (TPO) Kota Tua, Jakarta, Minggu (6/11/2016). Payung-payung warna-warni tersebut mulai dipasang sekitar bulan Oktober lalu. TPO ini menghubungkan Stasiun Jakarta Kota, Halte Busway Kota, dan jalur pedestrian dekat Museum Bank Mandiri.

“Kami sering foto-foto di Terowongan Penyeberangan Orang ini. Aksesorisnya bagus. Kadang ada lampion,” kata Amin saat berbincang dengan KompasTravel, Minggu (6/11/2016).

Ia mengaku sering melewati TPO Kota Tua dan selalu menyempatkan untuk berfoto. Amin menyebut merasa senang dengan kondisi TPO Kota Tua saat ini.

“Perubahannya terasa dan ada kemajuan. Kelihatan lebih tertata dan lebih bagus,” jelasnya

Dahulu, TPO Kota Tua dikenal seperti bangunan tua yang kumuh dan tak terawat. Tak jarang, kekumuhan TPO itu dimanfaatkan para pengemis untuk menidurkan anaknya di anak tangga terowongan tersebut.

KOMPAS.com / Wahyu Adityo Prodjo Payung-payung di atas air mancur di Terowongan Penyeberangan Orang (TPO) Kota Tua, Jakarta, Minggu (6/11/2016). TPO tersebut dibangun sejak tahun 2005 dan dibuka sejak 20 Februari 2008. TPO ini menghubungkan Stasiun Jakarta Kota, Halte Busway Kota, dan jalur pedestrian dekat Museum Bank Mandiri.

Namun, sejak bulan Juli 2015, keadaan mulai berubah. Bangunan terowongan mulai dibersihkan. Pedagang kaki lima mulai ditata. Air mancur kembali dihidupkan. Dan terowongan ini mulai layak digunakan.

Tiga orang perempuan lainnya juga menyempatkan berfoto di TPO Kota Tua. Amah (23) dan Nisa (23) berswafoto dengan membelakangi payung-payung. Sekitar lima gaya berfoto, mereka lakoni.
 
“Bagus di sini untuk foto. Menarik karena ada payung-payungnya. Sebelumnya sih, udah pernah ke sini. Spot foto favoritnya yang ada payung-payungnya,” kata Amah saat berbincang dengan KompasTravel, Minggu (6/11/2016).
 
Payung-payung dengan aneka warna di TPO Kota Tua berjumlah lebih dari 40 buah. Payung-payung itu dijejerkan dan disambungkan menggunakan seutas tali. Payung-payung tersebut membentuk sembilan baris.
 
Aktivitas berfoto di TPO Kota Tua memang baru-baru ini banyak terlihat. Hal itu diakui oleh salah satu pedagang di dekat kolam TPO Kota Tua, Echa Rahma (20). Bahkan, fotografer-fotografer pun, menurut Echa, datang untuk berburu foto di TPO Kota Tua.
 
KOMPAS.com / Wahyu Adityo Prodjo Pejalan kaki melintasi Terowongan Penyeberangan Orang (TPO) Kota Tua, Jakarta, Minggu (6/11/2016). TPO tersebut dibangun sejak tahun 2005 dan dibuka sejak 20 Februari 2008. TPO ini menghubungkan Stasiun Jakarta Kota, Halte Busway Kota, dan jalur pedestrian dekat Museum Bank Mandiri.

“Payung-payung ini baru ada dua minggu yang lalu. Sekitar Oktober pertengahan. Di sini anak-anak muda banyak yang mampir dan foto-foto,” jelas Echa Amah saat berbincang dengan KompasTravel, Minggu (6/11/2016).

 
Ia mengatakan TPO Kota Tua masih sepi oleh pejalan kaki saat masih kumuh. Menurutnya, banyak pejalan kaki yang takut untuk melintasi TPO Kota Tua ini.
 
“Dulu banyak kejahatan di sini. Sekarang sudah berubah. Kerasa banyak yang lewat TPO. Dagangan saya juga laku,” ujarnya.
 
Suasana malam di TPO Kota Tua semakin ramai. Lampu sorot memendarkan cahaya menyinari payung-payung. Lalu-lalung pejalan kaki akan terus terlihat hingga jelang dini hari sebelum TPO ditutup.
 
Harapan-harapan dari pejalan kaki seperti Amin dan Amah, TPO Kota Tua ini semakin ditingkatkan kualitasnya. Kebersihan TPO Kota Tua semestinya dijaga demi kenyamanan. Keamanan pun perlu ditingkatkan.
 
Foto-foto lainnya bisa dilihat di Galeri Foto: “Payung Warna-Warni Hiasi di TPO Kota Tua Jakarta”

Sumber:

http://travel.kompas.com/read/2016/11/07/210900127/warna-warni.terowongan.kota.tua.jakarta.spot.yang.instragamable.

Be the first to leave a comment. Don’t be shy.

Join the Discussion

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>